Personal Mind of ASEP

Sepercik Rasa yang Tercurah

Rindu pada IBU

Setelah ngebaca puisi ini, gw jadi inget kenangan masa-masa indah bersama ibu gw tercinta, rasanya baru kemaren ajah gw melihat senyumannya, gelak tawanya, belaian kasih sayangnya, tajam tatapan matanya, petuah-petuahnya yang penuh makna. Gw merindukan saat-saat dulu ketika pulang kerumah, disambutnya gw oleh beliau dengan suka cita, dibikinkannya gw makanan yang terasa begitu istimewa dilidah ini.

Gw sadar masa lalu hanyalah tinggal kenangan dan engga mungkin untuk kembali menapakinya, tapi rasanya masa-masa indah dulu selalu mengorek hati dan terlintas selalu dimata ini, rasanya gw ingin sekali bersimpuh merangkul dan mencium kedua kakinya.

Ibuuu….Ibuuuuu….ingin rasanya gw berteriak sekuat-kuatnya supaya beliau memalingkan mukanya menghadap gw, dan gw akan berlari lalu memeluknya dengan erat dan tidak akan kubiarkan siapapun melukai dan menyakitinya.

Ya Alloh, maafkanlah segala apapun kesalahan dan kekhilapan beliau, tinggikanlah derajatnya disisiMU, terangkanlah dan lapangkanlah alam kuburnya, sayangalilah belaiu sebagai mana beliau sudah menyayangi dan mengasihiku dahulu kala. Hanyalah do’a dan do’a yang bisa gw berikan untuk mu ibu, gw tau kalo itu tidak ada seberapanya bisa dibandingkan dengan kasih sayang yang sudah ibu berikan.

Original poetry to : bungamatahari@yahoogroups.com
From : Bintang Tajryani (endang_opriana@yahoo.com)
Untuk semua warna yng pernah singgah

………….Kembali ke Ibu……………

Memandang panjang jalanan pulang
Padang nyanyian yang kau kidungkan di setiap
nyenyak tidurku
Rumpun gelagah dan deras sungai di belakang rumah
juga aroma kehangatan di rumah kita
Ah… Aroma pulang

Membacakan sajak-sajak cinta di setiap pematang ingatanku
akanmu
tak cukup seribu kata cinta dan sejuta salam sayang
Ibu…
Di bening kilau matamu ada pendar rindu yang tak terbasuh
Di penghujung jalanan panjang pencarian kisahku
ada bait-bait doa yang tak putus di setiap sujud malammu
mengantarkan harap bahagia dan keselamatan

Menelusuri benakmu
mencari keteduhan dan kehangatan dari gelisahku
Ibu…………..
ini malam-malam yang berujung sendu
dan tak ingin perih ini sampai pada mu
karena bukan buliran yang ingin ku cari di matamu

Jalanan pulang,
Tepian sungai dan rumpun gelagah
Ibu…
Di sepi ini..
ingin kembali pada mu

—-B0g0r, 13 Desember 2006, 16.23——

December 18, 2006 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: