Personal Mind of ASEP

Sepercik Rasa yang Tercurah

“Cinta” sebuah fenomena ?!!?

Wah masalah cinta lagišŸ˜€, cinta memang tidak ada habisnya buat di omongin, selalu saja ada yang hal hal baru yang bisa di omongin, walaupun sudah bekali-kali di omongin, tapi tetap saja menjadi suatu topik yang menarik untuk di omongin. Cinta banyak macamnya tergantung kepada siapa dan apa yang kita cintai, disini gw mau nulis tentang cinta antara 2 mahluk yang mulia(cowo & cewe) ciptaan Alloh Yang Maha Kuasa.
Gw pernah denger lagu (kalo nga salah sebuah lagu dangdut yang di nyanyiin oleh Jamal Mirdad – maaf kalo salah :D) “kalau cinta sudah melekat, gula jawa rasa coklat”. Gila yah yang namanya cinta, bisa bikin orang jagi gila, ya bayangin saja gula jawa jadi cokelat. Sebuah pertanyaan langsung terbentang di dalam otak gw “apakah gw benar-benar pernah ngerasakan yang namanya cinta ?” wuzzzz…. pikiran gw langsung melayang ke beberapa tahun silam lamanya dimana gw sebagai laki-laki pernah juga merasakan indahnya dunia bersama sidia, yang kata orang “dunia serasa milik berdua”. Pokoknya kalau sudah ketemu berdua tuh, rasa sedih, rasa gondok, rasa marah wah segala rasa melebur menjadi satu deh yang ada cuma rasa bahagia.

Kadang-kadang pas gw menerawang masa-masa yangsudah lalu(yang indah-indah aje yee) kayaknya gw udah langsung dianggap orang gila kali ya kalo ada yang melihat, soalnya engga kerasa senyum-senyum sendiri sambil memejamkan kedua mata indah bola pingpong. Tapi seketika langsung gw ngarahuh (bhs sunda red) pas gw inget masa-masa genting gw yang menyebabkan terputusnya tali kasih sayang yang sudah dibina, semua rasa kasih sayang berubah menjadi sebuah kebencian sampai-sampai rasanya hidup udah tidak ada gunanya lagi, tapi untung engga kepikiran untuk bunuh dirišŸ˜€.
Cinta bisa bikin orang jadi bahagia, tapi sebaliknya, cinta juga bisa bikin orang jadi hancur berkepin-keping. Cinta dipenuhi dengan rasa bahagia, sedih, gembira, meraca, marah dan lain sebagainya. Yah kalo di omongin emang nga ada abisnya malah gw cape ngetikšŸ˜€

Gw mau kutip sebuah tulisan tentang cinta yang gw ambil dari http://www.heartnsouls.com :

Apakah Cinta itu?
Oleh: Tidak Diketahui

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Aku akan melakukan segala apa yang telah engkau ucapkan tadi
Dan aku akan menjadikan jiwaku sebagai sebuah kelambu yang
menyelubungi jiwamu.
Hatiku akan menjadi tempat tinggal keanggunanmu
serta dadaku akan menjadi kubur bagi penderitaanmu.
Aku akan selalu mencintaimuā€¦sebagaimana padang rumput
yang luas mencintai musim bunga. ( KhaliL Gibran)

November 6, 2006 - Posted by | Uncategorized

2 Comments »

  1. baca yah

    Comment by eva | November 16, 2006 | Reply

  2. Good Article.. I like it..

    Comment by faithful.mind | November 29, 2006 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: