Personal Mind of ASEP

Sepercik Rasa yang Tercurah

Penggalan Karya Khalil Gibran

??pabila cinta memanggilmu? ikutilah dia walau jalannya berliku-liku? Dan, pabila sayapnya merangkummu? pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu??

??kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang?

?Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta? terus hidup? sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan??

?Jangan menangis, Kekasihku? Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah? kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan?

?Aku ingin mencintaimu dengan sederhana? seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu? Aku ingin mencintaimu dengan sederhana? seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada??

?Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini? pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang?

September 29, 2005 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: